Februari 21, 2006 oleh lihatlah
berada sekitar 4 km dari kambajawa [benang-jawa], tempat tinggal rudi [rudolf umbu loly].
kampung raja sekarang sudah kehilangan lapangan desanya: dibelah oleh jalan beraspal dari stadion menuju bandara mau hau.
desa ini sering dikunjungi turis maupun peneliti. antropologi, musikus [dan yang belum adalah arsitektur].
beberapa makam raja masih terlihat di tengah [bekas] lapangan desa. ada sebuah pohon beringin yang di bawahnya terdapat batu-batu besar berukir: kakaktua, buaya, babi, kura-kura, kuda, ayam…
di dekatnya tinggal rambu margaretha [istri dari tamu umbu jaka] yang punya anak 8 orang dan semuanya kuliah di yogya: AMPTA, JANABADRA, UGM [pertanian, kehutanan], AMIKOM. rumah umbu jaka inilah yang paling sering didatangi turis dan peneliti berhubung pengetahuannya luas di bidang kebudayaan sumba. salah satu anaknya [umbu njurumanna] akan menemani perjalanan kami dari ujung timur sumba ke ujung baratnya.
di rumahnya kami menonton video pemakaman raja di rende. wafatnya raja rende dihadiri oleh banyak keluarga, termasuk utusan dari kampung raja.
sebelumnya kami mengunjungi rumah raja, rumah dari tamu umbu pingiay [sekarang camat pandaway]. di rumah itu kami diterima oleh pak david panjara, wakil RW.
[wawancara direkam]
rumah raja ini bermodul 250 cm memanjang 6 trave dan melebar 4 trave. ruang depan, serupa teras [istilah setempat: bangga] selebar 250. bangga di ujung-ujungnya ditinggikan 15 cm untuk duduk raja maupun tuan rumah. tinggi bangga dari tanah sekitar 100cm dan dari bangga ke lantai rumah naik 60 cm.
interior lantainya juga ditinggikan di sisi-sisinya sekitar 15 cm untuk tidur perempuan atau tamu. lantai ini ditopang oleh struktur balok induk dan balok anak dengan jarak sekitar 60cm. balok-balok ini ditopang langsung oleh tiang-tiang utama. tiang utama ditanam dalam tanah tanpa pondasi dan menjulang hingga ke atap sehingga tiang ini menopang beban atap maupun lantai.
rumah raja menghadap timur. arah ini bukan orientasi utama karena yang penting setiap rumah menghadap lapangan desa yang di tengahnya terdapat makam raja-raja.