Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘design’ Category

tektonika sumba

memang pada dasarnya semua sistem sambungan di rumah sumba adalah portal, kecuali untuk atap. struktur atap mengandalkan ikatan baik ikatan dari alang-alang penutup atap ke rangka bambu maupun rangka bambu itu ke struktur utama rumah yang berupa komposisi empat buah portal yang membentuk semacam sakaguru dalam struktur rumah jawa. berbeda dari saka guru jawa yang terbangun dari empat tiang dengan pengakuan di kapitalnya[ jadi, keempatnya membentuk satu kesatuan yang solid], sedangkan sistem sumba itu terjadi dari dua pasang portal yang ditumpangi oleh dua pasang portal lain.

untuk foto-foto silakan klik ini.

portal-portal ini mendapatkan kekakuannya dengan pen atau pasak. bukan dengan ikatan.
benar bahwa kontribusi ikatan dalam struktur rumah [bukan atap ya…] sekadar supaya tidak lari.

sistem struktur yang sangat sederhana ini [portal] berkaitan dengan tidak dikenalnya alat pertukangan selain parang dan kampak. tidak ada gergaji, pasah, pahat sehingga kesan rustic nampak kuat, seperti halnya mereka memperlakukan batu-batu besarnya. menurut catatan, orang sumba mengenal logal baru belakangan ketika portugis mampir ke sana! [secara arkeologis memang ditemukan nekara logam di melolo, sumba timur, yang mirip dengan tradisi dongson]

Iklan

Read Full Post »

kampung raja

berada sekitar 4 km dari kambajawa [benang-jawa], tempat tinggal rudi [rudolf umbu loly].

kampung raja sekarang sudah kehilangan lapangan desanya: dibelah oleh jalan beraspal dari stadion menuju bandara mau hau.

desa ini sering dikunjungi turis maupun peneliti. antropologi, musikus [dan yang belum adalah arsitektur].

beberapa makam raja masih terlihat di tengah [bekas] lapangan desa. ada sebuah pohon beringin yang di bawahnya terdapat batu-batu besar berukir: kakaktua, buaya, babi, kura-kura, kuda, ayam…

di dekatnya tinggal rambu margaretha [istri dari tamu umbu jaka] yang punya anak 8 orang dan semuanya kuliah di yogya: AMPTA, JANABADRA, UGM [pertanian, kehutanan], AMIKOM. rumah umbu jaka inilah yang paling sering didatangi turis dan peneliti berhubung pengetahuannya luas di bidang kebudayaan sumba. salah satu anaknya [umbu njurumanna] akan menemani perjalanan kami dari ujung timur sumba ke ujung baratnya.

di rumahnya kami menonton video pemakaman raja di rende. wafatnya raja rende dihadiri oleh banyak keluarga, termasuk utusan dari kampung raja.

sebelumnya kami mengunjungi rumah raja, rumah dari tamu umbu pingiay [sekarang camat pandaway]. di rumah itu kami diterima oleh pak david panjara, wakil RW.

[wawancara direkam]

rumah raja ini bermodul 250 cm memanjang 6 trave dan melebar 4 trave. ruang depan, serupa teras [istilah setempat: bangga] selebar 250. bangga di ujung-ujungnya ditinggikan 15 cm untuk duduk raja maupun tuan rumah. tinggi bangga dari tanah sekitar 100cm dan dari bangga ke lantai rumah naik 60 cm.
interior lantainya juga ditinggikan di sisi-sisinya sekitar 15 cm untuk tidur perempuan atau tamu. lantai ini ditopang oleh struktur balok induk dan balok anak dengan jarak sekitar 60cm. balok-balok ini ditopang langsung oleh tiang-tiang utama. tiang utama ditanam dalam tanah tanpa pondasi dan menjulang hingga ke atap sehingga tiang ini menopang beban atap maupun lantai.
rumah raja menghadap timur. arah ini bukan orientasi utama karena yang penting setiap rumah menghadap lapangan desa yang di tengahnya terdapat makam raja-raja.

Read Full Post »

ke sumba

kampung_kabadd_wemoro.jpg

minggu ini kami akan ke sumba. ada data permukiman tradisional yang perlu dimutakhirkan dengan pengamatan lapangan. kami harap akan ada banyak informasi baru bagi kami mengenai permukiman peninggalan masa megalitikum ini.

secara khusus kami akan meninjau aspek tektonikanya, aspek peri bagaimana perkampungan dan rumah mereka diletakkan di atas tanah pilihan mereka, ditegakkan di tempat yang semestinya dan dirangkai semua unsur bangunannya hingga bisa dihuni dan ditinggali.

pulau sumba sumba dan savu
kami berangkat berdua: anto dan gregorius. direncanakan berangkat dari yogya selasa malam menggunakan pesawat LION AIR nomor penerbangan WI 8926 pukul 20.45 menuju denpasar. di sana akan nebeng di rumah gede. rabu siang kami terbang menuju waingapu, sumba, dengan pesawat MERPATI, nomor penerbangan M 6710, pukul 12.55. di sana kami berdua akan [kembali] nebeng di rumah rudolf umbu selama seminggu [!]

direncanakan, kami berdua akan ditemani rudolf umbu dan heribertus yang keduanya alumni arsitektur duta wacana.
kami akan kembali lagi melaporkan setelah sampai di sana [semoga saja ada koneksi internet!].

Read Full Post »

tempe dan identitas

tempehampir semua orang jawa suka tempe.

paduan serasi dengan tahu yang sama-sama dibuat dari kacang kedele.

di masa penggunaan tahu yang semakin jarang karena isu mengenai digunakannya formalin dalam proses pembuatannya, maka tempe menjadi pilihan pengganti bagi tahu itu.

mungkin ini sejenis pemasok protein nabati bagi masyarakat jawa yang diwarnai oleh warisan ajaran budha yang melarang konsumsi dari binatang. wikipedia memberi penjelasan mengenai latar belakang historis dari makanan ini.

dalam mendiskusikan latar belakang historis makanan ini wikipedia menggunakan bukti tertulis yang berasal dari serat centhini. suatu karya sastra yang ensiklopedik dalam menghimpun berbagai pengetahuan orang jawa hingga pertengahan abad ke-17. tidak ditambah bukti dari sumber yang lebih tua. dengan demikian maka makanan ini terasa baru, rasanya belum lama kita mengenalnya sehingga bisa dimaklumi bila ada dugaan bahwa makanan ini bisa jadi dipengaruhi oleh teknologi pengolahan kedelai via proses fermentasi yang lebih dulu dikenal oleh orang cina.

pokoknya dari luar.

masakan cina [dan india] memang sangat memengaruhi makanan jawa. ada banyak makanan cina yang sudah dijawakan, dan ada pula yang tetap dipertahankan sebagaimana semula.

makanan cina yang dijawakan itu bisa jadi melalui proses modifikasi bahan, teknik memasak, dan cara penyajiannya. bakmi misalnya, di surakarta dan yogyakarta dikenal pemisahan antara bakmi jawa dan bakmi cina. demikian pula nasi goreng, juga tahu yang punya istilah cina tofu.
memang yang kita makan dan meresap ke dalam tubuh ini berasal dari berbagai tempat yang asal enak dan asal lidah bisa menerimanya maka okelah…

bukan hanya lidah yang punya keleluasaan itu, mata juga, pendengaran juga, penciuman juga… so, sekujur indera dalam tubuh kita ikut membangun berbagai pengalaman dengan kebudayaan lain. sulit sekali kita ngomong mengenai identitas bila itu dipahami sebagai konstruksi esensial.

identitas kita, baik untuk makanan, busana, musik, arsitektur dsb. adalah campuran…

jangan ngomong identitas lagi deh…:-)

Read Full Post »

mendisain anak

ah…

judulnya provokatif amat! padalah, sodara-sodara, yang saya maksud adalah relasi antara kegiatan mendisain dengan mengasuh anak.

ternyata di antara keduanya itu ada hubungannya. mengasuh anak adalah tindakan yang antisipatif, mengarah ke masa depan. persis sama dengan tindakan merancang atau disain. tindakan disain pun adalah tindakan khas manusia yang punya rencana, punya hal-hal yang harus disiapkan terjadi di masa depan.

disainer atau perancang, atau juga para orang tua yang bertanggung jawab pada anaknya, adalah pelaku sejarah. ia merencanakan banyak kegiatan yang ditata menurut waktu dan di dalam melakukan itu ada maksud atau ‘intensi’ yang tersembunyi tanpa ia sadari. kegiatan disain dan mengasuh anak adalah ideologis, selalu berlangsung di dalam rangka ideologi tertentu, keyakinan tertentu yang mendarah daging tanpa bisa diamati.

Read Full Post »