Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘old city’ Category

bandung

kota ini tersimpan dalam kenangan saya karena saya lama tinggal di sana sebagai mahasiswa.

ketika saya masuk kota ini sebagai mahasiswa, sebagian besar karena dipengaruhi oleh rekan-rekan SMA yang ingin sekolah di sana. di itb.

saya sendiri tidak punya gambaran bakal sekolah di sekolah bergengsi itu. ikut-ikutan sajalah saya mendaftar bersama rekan-rekan tadi. dan setelah diterima maka jatuh cintalah saya pada kota bikinan belanda di masa kolonialisasi ini.

alun-alun bandung 1938
kota ini meski mengambil tempat di tatar ukur [begitulah namanya dulu], suatu kawasan milik orang sunda, tapi belanda kolonial telah memilihnya sebagai tempat pertahanan bagi infrastruktur pemerintahan dan militernya. kota ini dibangun sama sekali sebagai de wite stad in de tropen. beberapa gambar kota ini di masa lalu itu dapat anda lihat dari webpage guntur guntara “bandung city homepage” [banyak hal menarik dari webpage itu, thanks untuk guntur!]. atau juga silakan kunjungi situs made in bandung.com, untuk gambar-gambar kota tadi berikut segala macam pernik tentang kota itu di masa kini.
keluar dari bandung saya kerja di jakarta dan kemudian menetap hingga sekarang di yogyakarta. di kota yang baru ini saya masih memelihara hubungan dengan alam sunda dengan sesekali mengunjungi warung indomie rebus dan kacang ijo yang banyak bertebaran di sekitar kos-kosan mahasiswa di yogyakarta. meskipun umumnya para penjual itu berasal bukan dari bandung, tapi dari kuningan, tapi lewat merekalah saya masih bisa berkomunikasi dengan bahasa sunda. ini bahasa, menurut pater brouwer ofm almarhum, adalah bahasa yang paling merdu sedunia setara dengan bahasa prancis. saya setuju dengannya.
bandung, kota barat di jawa barat ini telah menempati tempat istimewa dalam kenangan saya.

Iklan

Read Full Post »